Puisi Tentang Komodo – Selamat nomplok sekali lagi di Website Senipedia. Pada kesempatan kali ini, Saya telah merangkum lagi materi mengenai Tembang, dan tema nan diangkat n domestik artikel ini ialah akan halnya Sajak Komodo beserta dabat terik lainnya. Silakan simak ulasan ini sampai selesai.

Menyusun satu hal apapun melintasi puisi, adalah cara tersendiri dan farik serta terkesan lebih dalam. Darinya kita bisa menyampaikan pesan secara tersirat dan lebih tertuju. Tidak terkecuali terhadal Sajak Komodo Singkat dan dabat-hewan lainnya, karena statusnya telah ‘jarang’.

Dia boleh menyampaikan isi hati terhadap semua pembaca, tentang perasaan dan perasaan kamu mengenai sato langka di Indonesia. Sehingga, bisa mempengaruhi ingatan pembaca bakal mempertimbangkan banyak hal, dalam memperlakukan satwa-satwa itu. Misalnya keluhanmu atas perburuan palsu dan lainnya.

Itulah harapan kata sandang Puisi Komodo untuk anak SD dan lainnya di bawah ini, yakni berharap bisa menambah kognisi, pendidikan dan edukasi kerjakan semua orang, bakal mau menjaga dan melindungi hewan-hewan yang terancam punah di Indonesia. Oke, bertepatan saja simak koleksinya di bawah ini…

Syair Akan halnya Komodo

Puisi Tentang Komodo

Kita semua menyarari bahwa, ada cukup banyak dabat-hewan susah dan terancam punah di Indonesia, dan salah satunya ialah Komodo, yang pecah dan terdapat banyak di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Komodo / Biawak Komodo (Varanus komodoensis) jumlahnya semakin lama semakin menyusut. Salah suatu penyeban utamanya yakni perburuan gelap, rusaknya ekosistem, kekurangan perut, kebakaran dan lainnya. Untuk itu, melestarikan Komodo menjadi hal utama bikin kita semua.

Nah, melangkahi beberapa Syair Komodo di radiks ini, saya berpretensi boleh kobar vitalitas, ki dorongan dan gairah kita semua, kerjakan senantiasa melantunkan kebenaran demi melindungi dan melestarikan hewan tersebut. Berikut, bilang kumpulan puisinya :

Baca :   Cara Mengobati Pop Eye Pada Ikan

Puisi Komodo : Keberadaanmu

Kau adalah keturunan terakhir,

Banyak pula karangan yang tersemat,

Jumlahmu berkurang ke ujung nadir,

Misal air yang mengalir…

Keberadaanmu menipis hari ke masa,

Timbulkan lopak-lapik kerumahtanggaan hati,

Bayangkan bila kau tiada kembali,

Berkuranglah kekayaan alam ini…

Tinggal beberapa, itulah realita,

Para serakah serabutan,

Burui dirimu sepanjang masa,

Hingga nanti, hanya tinggal cerita…

Aduhai Komodo, fauna terancam punah,

Maafkan kami para manusia serakah,

Yang tak siuman alangkah kau indah,

Yang buta bahwa masamu hampir sudah…

Seharusnya Keberadaanmu dipertahankan,

Dilindungi layaknya properti hewan,

Bukan di buru tinggal diperjualbelikan,

Tetaplah hidup, tetaplah berkesan…

Tembang Tentang Komodo : Di Usia Senja

Ukuranmu terbesar berbunga spesiesmu,

Ciptakan kagum sekaligus haru,

Kagum karena keunikanmu,

Haru akibat kelangkaanmu…

Di usiamu yang kian menyenja,

Namun masih jadi mangsa sosok,

Yang dibutakan oleh nafsu dunia,

Memburumu tanpa rasa iba…

Padahal jumlahmu tinggal bilang,

Namun belas kalihan mereka kian buta,

Bukan ada kehendak lagi bikin menjaga,

Bukan penting bahwa kau telah susah…

Sebaiknya takdirmu masihlah lama,

Berpretensi populasimu masih tua,

Jangan hingga anak cucuku bertanya,

Adapun dirimu, apa dan di mana…

Puisi Tentang Komodo : Ikon Nusantaraku

Negeriku makmur akan sumber gerendel,

Baik alam ataupun isinya,

Tak terkecuali hewan-hewan langka,

Cak agar menipis keberadaannya…

Komodo, binatang nan dekat punah,

Sebab serakah para perompak,

Padahal ialah ikon Nusantara,

Turut perkenalkan Indonesia ke Dunia…

Perumpamaan manusia dapat berpikir dua mana tahu,

Atas semua yang sudah lalu terjadi,

Bukan main mereka telah keji,

Rusak ekosistem yang dekat lengang…

Ikon Nusantaraku dimangsa pejaka,

Tak pikirkan bukan main hewan menderita,

Belaka tahu pemenuh nafsu belaka,

Begitulah serakahnya manusia…

Puisi Binatang Langka Lainnya

Puisi tentang Hewan Langka
Puisi akan halnya Hewan Terik

Saat ini, jumlah hewan musykil di Indonesia sudah cukup banyak, baik dabat di darat, laut maupun yang di mega, menginjak dari herbivora hingga omnivora. Fakta ini tidak abolisi berasal faktor-faktor ysng bertindak terdepan, misalnya perburuan ilegal, penebangan hutan, kerusakan ekosistem dan lainnya.

Baca :   Deskripsi Tentang Burung Cendrawasih Dalam Bahasa Inggris

Melalui beberapa himpunan Sajak Hewan Langka di bawah ini, saya mengajak pembaca semua untuk menegakkan kepala, mendirikan pemahaman serta mengajak siapa saja, lakukan mengeraskan bordir femi menjaga kekekalan binatang-hewan langka di Indonesia. Berikut, beberapa puisinya :

Auman Harimau Sumatera

Ketika mulutmu mengaum merdu,

Tandakan letak tenggat kekuasaanmu,

Dabat tidak mendengar pilu,

Tersirat lever menjadi sendu…

Kaulah raja dari sehala pangan,

Mencengkam bahan minus toleran,

Yang rengsa jadi bulan-bulanan,

Lanjutkan istilah kalung makanan…

Kini, aumanmu mulai lengang,

Tak lagi terdengar begitu garang,

Dahulu di pangan saat ini di kandang,

Sepemakan juga menjadi uang…

Betapa malang nasib senjamu,

Kala manusia kian membenalu,

Hadirkan luka privat kelabu,

Pudarkan asa, sudahi nasibmu…

Orangutan Masa depan

Entah bagaimana nasibmu kemudian hari,

Rasi jago merah membara menghantui,

Ratakan jenggala dengan menjadi-jadi,

Hancurkan flat tempatmu bersemedi…

Kini nasibmu diambang punah,

Tak bisa menyamai, hanya mengalah,

Api nan ki akbar kian menjawab,

Hantam rimba tinggalkan sejarah…

Oh Orangutan yang malang,

Satu persatu mulai mangkat,

Kau kalah usai perang,

Melawan kodrat nan membayang…

Sekarang tetapi tersisa cerita,

Sungguh dahulu dirimu salih,

Menjadi penghuni rimba belantara,

Jadinya usai ditelan masa…

Badak & Keserakahan

Culamu bukti ketampanan,

Diantara jutaan hewan-hewan,

Kokoh ujung itu bintang sartan dambaan,

Simbol pasti bukti kekuatan…

Lautan tubuhmu menghentak kapling,

Ciptakan getir dan pasrah,

Lubuk hati calon bulan-bulanan,

Setakat jadi tak berdaya…

Kaulah spesies Badak jawa,

Kebesarhatian peruntungan Nusantara,

Bukti aset alam raya,

Logo supremsi Yang Maha Esa…

Semata-mata kini, kegelojohan menyentuhmu,

Perburuan menguliti tubuhmu,

Mencopot tirus tandukmu,

Jatuhkan harga dirimu…

Oh Badak nan malang,

Satu-persatu nyawamu melayang,

Hanya demi sehelai uang,

Manusia rela dirimu tumbang…

Gajah Yang Malang

Hutan digarap dan dibakar,

Ciptakan api yang menyala,

Hai gajah, segala apa kabar?

Seberapakah hatimu sukar?

Sekarang populasimu kian menipis,

Air mata lewat karena menangis,

Sudah bosan dirimu menyernyih,

Atas ulah manusia yang beringis…

Ratakan hutan untuk kepentingan,

Tak perduli akan populasi hewan,

Sekadar mengutamakan kerakusan,

Kerakusan dan kelahapan…

Semakin periode makin lebih,

Keberadaanmu terancam punah,

Kau hanya bisa mengalah,

Atas situasi yang memaksamu kalah…

Tak bisa berbuat banyak,

Sekadar bertekad dan enggak mengelis,

Semoga di tahun depan jemah,

Populasimu kembali menyemarak…

Burung Embak Tua

Terngiang-ngiang di ingatan,

Lagu nan besar perut kunyanyikan,

Di hari kecil penuh kebahagiaan,

Lalui periode-hari bersama inversi…

Burung teteh tua,

Hinggap di jendela,

Kau adalah aset bangsa,

Keelokan terakui sepanjang waktu…

Masa ini lagumu jadi fakta,

Nyatanya usiamu sudah renta,

Bukan gigi yang dulu dua,

Melainkan jumlahmu di dunia…

Bava juga : 15+ Puisi Mengenai Hewan Peliharaan

Baca :   Cara Minta Pulsa Sos Simpati

Akhir kata

Demikianlah, ulasan pendek mana tahu ini mengenai Tembang Tentang Komodo dan Puisi Satwa Langka lainnya. Semoga dengan adanya sejumlah koleksi puisi di atas, bisa menambah wawasan dan jiwa kita dalam melindungi fauna-fauna di Indonesia, terutama yang terancam punah. Terima karunia. (Ref).